Home > Inspiratif > Tetap Aman Memakai Rok saat Berkendara dengan Sepeda Motor

Tetap Aman Memakai Rok saat Berkendara dengan Sepeda Motor

Saat ini rok diidentikkan sebagai pakaian wanita. Dulu kaum Adam juga menggunakan rok, bahkan di Skotlandia laki-laki menggunakan rok adalah hal yang biasa. Berbeda di negara kita tercinta orangnya ramah-ramah ini, laki-laki yang mengenakan rok dianggap feminim.

Rok tidak memiliki perpotongan di bagian tengah, berbeda dengan celana atau kulot. Seiring berkembangnya mode, variasi rok semakin banyak. Mulai dari rok panjang, rok mini, hingga rok yang dijahit langsung dengan baju. Karakter rok hampir mirip dengan gamis, bedanya rok untuk menutupi bagian bawah saja sedangkan gamis menutupi mulai badan hingga kaki.

Trend menggunakan rok bagi kaum hawa semakin meningkat. Beberapa rok seperti model A line, H line, atau rok plisket mudah dijumpai di area kampus, mall, atau perkantoran. Rok juga bisa digunakan saat acara santai, resmi atau sekadar jalan-jalan menghabiskan uang receh. Maka dari itu, engga jarang tampak di pandangan mata wanita yang pakai rok mengendarai sepeda motor.

Brak! Tidak jarang kecelakaan sepeda motor tunggal terjadi karena rok pengemudi atau penumpang terselip di rantai atau ban. Sedih dan menyakitkan. Apalagi malunya itu lho, rasa-rasanya muka mau disimpan di dalam tas aja kalau rok sampai harus dipotong hingga tubuh terlihat karena melilit di bagian sepeda motor.

Agar kejadian menyedihkan ini enggak menimpa siapapun, cobain deh tips berikut ini. Intronya panjang bener ya, semacam kereta api pas lagi lebaran.

  1. Pertama dan yang paling penting adalah pastikan kamu memakai rok atau berniat menggunakan rok saat mengendarai sepeda motor agar tips ini berguna.
  2. Gunakan model rok yang nyaman digunakan sehari-hari. Kalau menggunakan rok dengan model bak putri raja yang ada semacam kurungan ayam di dalamnya, udah jangan naik sepeda motor.
  3. Jika menggunakan rok mini sebaiknya tidak menyetir sepeda motor, apalagi sepeda motor bebek. Ribet nutupinnya.
  4. Gunakan rok dengan lingkar bawah rok sekitar 2-3 meter. Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu lebar agar mudah diatur dan dirapikan.
  5. Rok yang terlilit ban atau rantai tidak mengenal kecepatan rendah atau tinggi. Kecelakaan bisa terjadi karena pengguna tidak memperhatikan rok yang berkibar seperti bendera.
  6. Sebagai pengemudi, duduk pada posisi nyaman berkendara terlebih dahulu. Lalu arahkan lebihan rok ke bagian depan (di antara paha) perhatikan juga apakah rok sudah aman atau belum. Jika tidak ada lebihan rok, ya langsung gaasss. Jangan lupa pakai helm woy!
  7. Rok dengan lingkar bawah yang cukup lebar bisa dirapikan dengan menduduki lebihan rok. Caranya, arahkan kaki kanan ke atas jok (bukan dari depan) sampai melewati jok. Lebihan rok tidak perlu diturunkan, cukup diduduki dan dirapikan.
  8. Sebagai penumpang, jangan lalai. Rantai dan ban lebih dekat dengan penumpang daripada pengemudi. Bisa menggunakan tips nomor 7 atau jika duduk miring pastikan tidak ada lebihan rok yang berkibar heboh.
  9. Kelalaian lain yang sering terjadi adalah rok menutupi lampu sein dan perangkatnya di bagian belakang sepeda motor. Hal ini bisa membahayakan diri sendiri dan pengemudi lain. Sebagai penumpang yang bijak, pastikan tidak melakukan hal tersebut.
  10. Gunakan celana legging atau sejenis agar enggak malu-maluin kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  11. Setelah kondisi rok aman terkendali, jangan lupa menggunakan alat keselamatan berkendara lainnya seperti helm, jaket, pedang eh pedang enggak sih kan bukan mau jadi samurai.
  12. Berdoa sebelum berangkat dan ingat keluarga yang menanti kedatanganmu di rumah.

Rok bukan halangan kaum Hawa untuk tidak mengendarai sepeda motor. Jangan disimpan sendiri tips bermanfaat ini, agar semua pengendara sepeda motor yang menggunakan rok bisa tetap aman dan selamat sampai tujuan. Selamat berkendara dengan bahagia.

About Ica Nafisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*