Home > Aktivitas > Malang Citizen Kupas Teknik Food Photography dan SEO

Malang Citizen Kupas Teknik Food Photography dan SEO

malang+citizen+food+photography+seo-gb1
Kopdar Komunitas Malang Citizen yang diadakan beberapa hari lalu (11/11), tak hanya menyisahkan kenangan saja. Bagi kami, menyantap hidangan yang ada tidaklah cukup. Oleh sebab itu setelah acara usai tidak hanya puas HHAHA, HIHIIHI, saja. Tapi ada ilmu yang bisa kami bawak pulang dan itu merupakan bagian dari komitmen kami bersama. Yang mana pada setiap acara kopdar setidaknya harus ada materi yang dibagikan.

Pada pertemuan yang pertama kalinya ini, kami secara khusus membahas mengenai Food Photography. Karena temanya sesuai dengan keberadaan kami saat itu di Warung Khas Batu. Selain Itu kami juga mendapatkan bekal ilmu mengenai SEO (Search Engine Optimization). Dua materi tersebut begitu penting bagi kami sebagai blogger.

Karena tak jarang ada event yang menonjolkan produk makanan secara khusus atau ketika mereview tempat makan tertentu. Disitulah kita dituntut memahami tentang teknik-teknik food photography. Begitu halnya dunia SEO, yang erat sekali hubungannya dengan blogger. Karena kebanyakan orang sekarang rata-tara mencari sesuatu melalui mesin pencari.

Kupas Teknik Food Photography

Pada kesempatan pertama kami mendapatkan sharing mengenai food photography dari mbak Ivon. Blogger cantik sekaligus ibu dua anak yang lucu-lucu ini sudah tidak perlu diragukan lagi jepretan makanannya. Kalian bisa melihat hasil bidikannya melalui akun instagramnya @galeriivone.

 “Kalau foto makanan usahakan tanpa flash,” tutur mbak Ivon

Menurutnya, food photography diusahakan menghidari penggunaan flash. Bahkan, ia menyebut haram hukumnya menggunakan flash kamera untuk memotret makanan. Oleh sebab itu sebaiknya dihindari penggunaan flash ketika memotret makanan. Karena komposisi warna yang dihasilnya akan melunturkan warna asli makanannya.

“Kecuali kalau lampunya remang-remang, itu bisa pakai tambahan flash. Cuma harus pinter-pinter ngambil anglenya. Kalau enggak nanti kelihatan noise atau enggak hasilnya flat. Jadi makannya gak menggairahkan yang lihat” sambungnya.

 

malang+citizen+food+photography+seo-gb2

Mbak Ivon lagi serius membidik makanannya (dok. mas Ihwan)

Kapan waktu foto makanan paling bagus?

Waktu paling ideal menurut mbak Ivon ialah siang hari. Karena pencahayaan kuat bisa didapat secara alami, melalui pantulan jendela dan celah ruangan yang membuat cahaya luar sanggup dispersi ke dalam. Selain itu pada pukul 08.00 – 10.00 di pagi hari, sedangkan sore hari bisa dimulai pukul 14.00 – 16.00.

Hanya saja tidak mungkin juga kita makan diwaktu yang tepat tersebut saja, bukan?.

Kalau kondisinya harus berhadapan dengan malam hari, atau lebih buruknya ruangan yang tidak cukup cahaya dan gelap. Untuk menghadapi problem seperti ini kita bisa membuat pantulan cahaya buatan. Ingat, tidak harus dengan flash. Misalnya dengan memanfaatkan fitur senter smartphone. Kalian bisa meminta bantuan teman sekitar untuk menyorotkan lampu di sekitar makanannya.

Saat itu tak hanya mbak Ivon yang memberikan penjelasan teknik memotret makanan. Mas Misbah yang duduk paling pojok pun turut membagi ilmu fotografinya. Bila mbak Ivon spesialis food photography, berbada dengan mas Miscbah, ia sebenarnya lebih berfokus ke Macro Photography.

Kalau melihat hasil bidikannya ia sudah bisa disebut profesional. Hasilnya keren-keren sekali dan nampaknya ia sangat bertalenta di bidang ini. Tak heran bila beberapa hasil karyanya kerap kali terpilih jadi juara. Penasaran dengan hasil jepretannya?, kalian bisa mengintipnya melalui akun instagramnya @misbah138.

“Bila ingin menambah daya tarik bisa ditambahkan subjek. Bisa berupa alat makan, seperti garpu dan sendok, asalkan ukurannya tidak melebihi objek utama.” ungkap mas Misbach, sambil mendemokan ngebidik objeknya.

Foto dari atas, atau depan?

Tidak semua foto diambil dari sudut atau angle yang sama. Kita harus melihat dulu makan seperti apa yang hendak di foto. Apakah memiliki wujud menonjol?, ataukah cenderung datar?. Sudut pengambilan dalam food photography yang populer ada dua, yakitu High Angle dan Low Angle.

“Di sudut high angle, posisi kamera diletakkan tegak lurus di atas makan. Sedangkan pada sudut low angle, posisi kamera diletakkan sejajar atau hampir sejajar dengan makanan” jelas mas Misbach.

High Angle ini efektif untuk memotret makanan yang tidak memiliki sisi yang menonjol, seperti hidangan sayuran, pizza dan lain-lain. Sedangkan dengan teknik pengambilan sudut Low Angle akan memberikan kesan kepada kita bahwa makanannya sangat dekat dan besar.

Selain jarak pemotretan dengan sudut 45 derajat, kita juga bisa memanfaatkan garis bantu untuk menempatkan POI (Point Of Interest) pada pembagian titik-titiknya. Di setiap kamera terutama digital dan DSLR, umumnya sudah dibekali fitur garis bantu ini. Sementara di smartphone juga ada, tapi nampaknya tidak semuanya, tergantung smartphone yang digunakan.

“Komposisinya kita bisa menggunakan pembagian rules of thirds, yang intinya adalah sebagai garis bantu, untuk membagi foto menjadi sembilan bagian” lanjut mas Misbach.

 

malang+citizen+food+photography+seo-gb3

Mas Misbach (kanan) sedang mempraktekkan menggunakan rules of thirds pada kamera smartphone (dok. mas Ihwan)

Dengan memahami konsep di atas, bertujuan untuk menghasilkan foto makanan menjadi lebih menggiurkan dan tentunya menggugah selera. Meskipun hanya berbekal kamera smartphone saja. Itulah mengapa bagi kami penting mempelayari teknik pemotretan agar menghasilkan foto makanan ala Food Photography profesional.

Belajar Teknik SEO dari Om Assaifi

Beberapa hidangan yang kami santap sudah mulai menyisahkan sendok dan garpunya saja. Suasana terasa semakin hangat. Selingan candaan dan gurauan selalu saja muncul di sela-sela obrolan kami. Alhasil, suasana tidak canggung apalagi tegang. Kendati seperti itu kami pun tetap serius saat mendengarkan tiap sharing materi yang diberikan.

Setelah banyak belajar mengenai teknik dan sudut pemotretan makanan. Selanjutnya kami belajar mengenai teknis untuk optimasi blog kita di mesin pencari. Tak jarang teman-teman blogger belum mampu mengoptimalkan blognya, mungkin dikarenakan lebih disibukkan mengurus konten dan belum sempat belajar lebih tentang SEO.

Beruntungnya kami malam itu mendapatkan kesempatan belajar bersama mengenai teknik SEO dari Om Assaifi. Beliau senior kami yang sudah malang melintang di dunia web. Selain sebagai IT Support di MalangCitizen.com, beliau juga banyak mengurus web yang jumlahnya bahkan mungkin tak cukup bila dihitung oleh semua jari kami.

Beliau pula pengelola www.massdesain.com, salah satu penyedia Jasa Pembuatan Website dan Layanan SEO. Berangkat dari kompetensi dan fakta tersebut, barang tentu kami sangat antusias untuk menyimak pemaparannya. Karena ini juga penting sekali di dalam dunia blogging.

 

malang+citizen+food+photography+seo-gb4

Om Assaifi lagi sedang menjelaskan teknik SEO. Sesekali beliau melepas senyumannya (dok. Richo)

“Beberapa blog kalian saya amati, kontennya sebenarnya sudah bagus-bagus, yah. Cuma masalah SEOnya itu masih bisa dikatakan kurang” ujar beliau.

Beliau sempat menyayangkan problem yang kami hadapi saat itu. Padahal SEO hubungannya sangat erat sekali dengan tingginya kunjungan atau trafik pada blog. Jadi semestinya kita sebagai blogger memahami hal tersebut. Karena peranannya begitu besar sekali. Dan berikut beberapa poin penting dari yang beliau sampaikan mengenai teknik SEO:

  1. Penulisan artikel minimal 300 kata dan wajib menyematkan gambar.
  2. Dalam dunia SEO yang paling penting ialah backlink
  3. Meninggalkan komen di blog orang lain, tidak harus selalu menggunakan nama blog / pena. Tapi menggunakan nama bervariasi sesuai target. Karena terlalu banyak dengan mana yang sama justeru berbahaya.
  4. Link jangan hanya diarahkan ke homepage saja, kalau bisa spesifik ke artikel. Bahkan bila perlu setiap artikel punya backlink masing-masing.
  5. Selain backlink yang perlu ditingkatkan, kita harus memperhatikan outbond link. Teknik ini berguna untuk mengurangi spam score. Jadi tidak hanya backlink saja, melainkan link ke luar di dalam artikel blog juga harus diperhatikan kuantitasnya.
  6. File gambar disesuaikan dengan target keyword. Misalkan judul artikelnya “Nasi Goreng Jawa Murah Meriah”. Maka nama file gambarnya setidaknya bernama nasi+goreng+jawa.jpg. Disamakan dengan judul tidak apa, asal sesuai target keywordnya.
  7. Target keywoard dalam sebuah artikel jangan dibuat sama. Tapi juga divariasikan. Misalnya, Nasi Goreng. Kedua Nasi Goreng Murah, Enak dsb.
  8. Memanfaatkan penggunaan bold, italic, dan underline, pada target keyword. Dalam satu artikel sekurang-kurangnya harus ada lima keyword. Pun juga tidak boleh terlalu banyak.
  9. Gunakan heading, subheading. Yaitu penggunaan H1, H2, H3, dst pada setiap poin-poin di dalam artikel.
  10. URL link postingan dicustom sesuai keinginan kita, terutama target keyword harus terpenuhi dalam menentukan link artikel.
  11. Setelah publish artikel bisa disubmit ke google webmasters, agar cepat terindex mesin pencari.
  12. Lalu gunakan media sosial yang kita punya untuk menshare artikel tersebut dan juga share ke sosial bookmark seperti; Scoop, Delicious, dsb.

Itulah kurang lebihnya poin yang Om Assaifi paparkan pada kami semua. Beliau juga mengingatkan pentingnya menentukan Niche Blog. Sekalipun blog gado-gado harus tetap ada yang diprioritaskan. Dari semua yang beliau sampaikan sangatlah berguna tak hanya berupa pemahanan baru, juga masukan yang luar biasa. Mudah-mudahan kami bisa menerapkan tektik SEO tersebut.

Demikian sharing-sharing yang kami adakan disela-sela makan malam bersama. Sebenarnya masih banyak yang kami ulas, itupun rasanya belum cukup waktu untuk menguliknya lebih dalam. Tentunya masih banyak yang perlu kami pelajari mengenai food photography dan SEO. Perlahan namum pasti, insyaAllah akan membuat kami semakin matang. Semoga dilain pertemuan, kami Malang Citizen bisa terus saling belajar dan berbagi pengetahuan bersama.

blogger malangkomunitas bloggerkomunitas blogger indonesiablogger indonesia

Save

About Richo A. Nogroho

Richo A. Nogroho
Selain membaca dan menulis, ia juga suka memainkan teka-teki mekanik bercorak warna-warni, yang umumnya disebut dengan rubik.

11 comments

  1. wah banyak ilmu yang bisa didapat ya , dan seru bisa ngumpul

  2. Endrita Agung

    Materinya kurang komplit……, ulangin lagi yuk….
    😛

  3. Misbach Udin

    Gak ngeh blas sama SEO. mari kita bahas lagi mas , berguru krmh e om Assaifi.

  4. Menarik! Aku mau coba ikutin step-step SEO nya ah.

  5. Mantap om tipsnya, sangat cocok untuk mempromosikan suatu product makanan restoran ataupun rumah makan. Biar tidak lagi asal asalan ketika memfoto hidangan yang akan di promosikan dan menunjang datangnya para customer 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tips SEO untuk Bikin Instagram Kamu Makin Ngehits arifharianto.id

Tips SEO untuk Bikin Instagram Kamu Makin Ngehits

Malang Citizen – SEO tak hanya digunakan di website saja tetapi bisa juga diterapkan di Media ...

Keluarga Baru Bernama Malang Citizen

Minggu lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mbolang bersama teman-teman blogger Malang yang tergabung dalam Malang ...