Home > Aktivitas > Ini Rute Perjalanan untuk Sampai ke Lokasi Budug Asu

Ini Rute Perjalanan untuk Sampai ke Lokasi Budug Asu

Budug Asu Malang

Budug Asu adalah nama bukit yang terletak di lereng Gunung Arjuno, salah satu gunung aktif di Jawa Timur. Kenapa namanya Budug Asu? Saya awalnya juga penasaran dan tidak tahu apa itu Budug Asu. Setelah bertanya kepada bapak-bapak yang ada di perkampungan sekitar lokasi, dinamakan Budug Asu karena konon saat jaman penjajahan Belanda dulu, ditemukan ‘Asu’ atau Anjing (dalam Bahasa Indonesia) yang sedang terkena penyakit ‘Budug’.

Lokasinya bukit ini ada di atas Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang. Rute yang bisa ditempuh untuk sampai ke Budug Asu, dari Kota Malang menuju Lawang. Hingga bertemu Stasiun Kereta Api Lawang, kemudian ke arah Barat menuju Kawasan Kebun Teh Wonosari. Kebun Teh Wonosari bisa dibilang jadi titik awal pemberangkatan ke puncak Budug Asu.

Rute dari arah Surabaya menuju Malang, 500 meter sebelum Stasiun Lawang ambil arah ke Barat atau belok ke kanan dari arah Surabaya. Mengikuti arahan petunjuk jalan untuk sampai ke Kebun Teh Wonosari.

Sahabat bisa menitipkan motor dan mobilnya di kawasan permukiman warga sekitar Kebun Teh atau di Kebun Teh Wonosari. Tapi, kalau sahabat tidak berminat untuk ke Kebun Teh Wonosari bisa mengambil rute belok ke kiri sebelum loket dan menitipkan motor di area permukiman warga.

Di sini saya memberikan info rute melalui Kebun Teh Wonosari, karena rute ini adalah rute yang paling umum dilalui oleh pengunjung. Jika memang ada rute lain yang recommended, boleh dong di-share di kolom komentar.

Dari tempat penitipan motor, kita musti jalan kaki untuk sampai ke lokasi puncak Budug Asu. Kondisi jalannya berbatu, dikelilingi hamparan kebun teh dan hutan pinus. Buat sahabat yang hobi tracking dengan motorcross, Budug Asu jadi tujuan yang menantang buat dicoba karena tracking-nya yang cenderung terjal dan berbatu. Tapi yang musti diinget, safety first ya. Keselamatan harus diutamakan.

 

Budug Asu Malang

Sekitar 1-2 jam perjalanan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Karena saya kesini hanya berdua dengan teman saya, jadinya perjalanan untuk sampai ke puncak hanyak memakan waktu sekitar 1 jam dengan 3 kali istirahat. Dengan mengikuti rute dan arahan anak panah menuju Budug Asu, kesabaran juga dibutuhkan. Menikmati perjalanan adalah salah satu hal yang bisa melatih kesabaran.

Setelah sampai di sebuah gazebo, di bawah bukit yang ini adalah loket dan base camp rescue. Pengunjung dikenakan tarif Rp. 5.000,- per-orang untuk naik ke puncak bukit.

 

Budug Asu Malang

Puncak Budug Asu ada di belakang loket pembayaran. Sekali lagi, sahabat harus berjuang lagi buat naik ke Tanjakan Dhemit. Sahabat musti berhati-hati saat naik ke tanjakan. Sudah ada tali di lokasi tanjakan yang curam, jadi setidaknya sahabat sedikit terbantu.

Tanjakan ini kalau dilihat dari bawah memang keliatan gampang buat sampai ke puncaknya. Tapi bakalan jauh dan susah ketika naik ke atas. Sama kayak hidup, membayangkan untuk mendapat sesuatu itu emang gampang padahal kita musti susah payah dan berusaha keras.

Budug Asu Malang

And finally, setelah melewati tanjakan yang curam kita bisa menikmati pemandangan luar biasa di Budug Asu.

Tips buat sahabat yang ingin ke Budug Asu.

Pertama, bawa bekal yang cukup untuk ke puncak karena penting buat asupan tubuh saat kelelahan. Karena di atas puncak jarang orang jualan makanan, dan hanya satu atau dua warung saja.

Kedua, gunakan baju yang nyaman. No skinny jeans dan kaos cantik, karena ini ke lereng gunung ya bukan ke Mall. Saya sempet ketemu sama mbak-mbak yang pake sandal jepit dan kaos cantik. Prihatin aja, kalau tiba-tiba hujan dan mbak-nya kedinginan.

Ketiga, bawa jas hujan untuk berjaga-jaga. Karena lereng gunung adalah lokasi yang intensitas hujannya tinggi dan tidak terduga walaupun sedang kemarau.

Keempat, DON’T WEAR SANDALS AND SNEAKERS. Karena saya hampir pakai sneakers, setelah teman saya menyarankan untuk memakai sandal gunung atau sepatu treking saya beruntung gak jadi pakai sandal kalau tau kondisi trek-nya.

About Fery Arifian

Food and Travel Blogger

3 comments

  1. Hallo mas Fery salam kenal , selamat bergabung di malangcitizen.

    Tulisannya komplit , jadi pingin ngetrip ke budug asu.
    Kalau suka mbolang sekali2 main ke wilayah Tumpang, banyak coban baru.

  2. Tempat yg keren.
    Kalau bawa anak istri apa ada angkutan naik?

  3. Apakah di puncak bisa camp dan ada sumber air?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Meet & Greet dan Nobar Film #TemanTapiMenikah di XXI Dieng

  Sabtu (07/04/18) – Setelah sukses menggelar event Nobar dan Meet n Greet film Dilan ...

Kampung Biru Arema Malang, “Ongis Nade Ngalam Mbois Ilakes, Oyi Sam!”

Kampung Biru Arema terletak di kampung Embong Brantas, Klojen, Ngalam. Tak sulit mencapai tempat ini. ...