Home > Info Malang > Mahasiswa 2020: Malang, Rindu Itu Berat

Mahasiswa 2020: Malang, Rindu Itu Berat

Sumber foto: republika.co.id

Pandemi Covid-19 membuat seluruh mahasiswa dan pendatang harus meninggalkan sementara waktu Kota Malang. Menjadi gundah gulana setelah hampir tiga bulan di kampung halaman. Siapa yang mampu berlama-lama berpisah dengannya? Jawabannya tidak ada.

Kota berselimut udara sejuk itu membuat relung-relung rindu di lubuk sanubari seseorang yang pernah menghabiskan sebagian waktu hidupnya di sana. Malang bak magnet kuat bagi siapapun yang lewat. Sejauh apapun berusaha menghindar dan menghibur diri untuk tidak ingat, namun kehidupan di Malang diingatan tetap erat melekat. Kangen Malang entah apa alasannya.

Foto oleh: Barry Kusuma

Malang Itu Romantis

Julukan Paris van East Java, Parisnya Pulau Jawa Timur disematkan kepada Kota Malang oleh orang-orang Belanda bukan tanpa alasan. Kota Malang memang mirip dengan Kota Bandung di Jawa Barat yang dijuluki sebagai Paris van Java.

Persamaan keduanya sehingga disebut kembaran dari Paris adalah udaranya yang sejuk, destinasi tempat wisata yang banyak menarik pengunjung nasional maupun manca negara, dan juga arstiektur bangunan yang mirip-mirip gaya Eropa, khusunya peninggalan kolonial masa Hindia Belanda.

Malang Swuejuk (Sejuk)

Bukan sekadar udaranya yang sejuk dan dingin, namun kehangatan yang diberi oleh masyarakat Malang. Masyarakat Malang dikenal ramah dan menjunjung tinggi toleransi dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam hal beragama misalnya, semua umat bisa berdampingan. Sehingga menciptakan Malang yang mempunyai religiusitas yang tinggi. Itulah kombinasi yang pas untuk menyebut Malang sebagai daerah sejuk.

Destinasi Pariwisata

Berawal dari Stasiun Malang Kota Baru atau Kota Lama, Terminal Arjosari, dan Bandara Abdul Rachman Saleh, ataupun dengan kendaraan pribadi, belasan ribu hingga jutaan wisatawan memasuki Kota Malang. Tahun 2018 lalu, sekitar 15.034 wistawan manca negara dan 4,8 juta wisatawan nusantara berkunjung ke Kota Malang. Penasaran apa saja yang dikunjungi wisatawan sebanyak itu di Kota Malang? (umak goleki dewe lur).

Lalu-lalang Mahasiswa Nan Cantik dan Tampan

Menjadi Kota Pendidikan, Malang tidak pernah sepi dari perjalanan mahasiswa kesana-kemari. Sedikitnya terdapa 86 Perguruan Tinggi yang tersebar di Malang Raya dan 36 diantaranya berada di Kota Malang. Ada yang bilang, kuliah di Malang selain cari ilmu dan pengalaman, juga untuk mencari teman dan teman hidup. Tidak salah, berbagai karakter manusia dipertemukan di kota ini, yang cocok boleh lanjut datangi KUA.

Car Free Day

Car Free Day (CFD) bukan berarti bebas dari Mobil, tapi lebih umum maksdunya adalah hari bebas dari kendaraan bermotor. CFD Kota Malang dimulai tahun 2011, pada 18 Desember oleh Wali Kota Malang yang bertugas saat itu. Lari kecil atau jalan santai selama lima menit, sisanya untuk wisata kuliner dan berswafoto.

Mengapa demikian? Hal itu tidak dilakukan oleh semua pengunjung yang datang di CFD, Namun sebagian pengunjung ada yang memilih demikian sebab banyak tempat berswafoto seperti di Museum Idjen Boulevard dan taman di Jalan Ijen, ataupun memanfaatkan keadaan apa adanya atau disebut candid. Wisata kuliner juga bisa dilakukan ketika CFD, yakni tepat disamping Museum Idjen Boulevard terdapat satu jalan penuh untuk penjual dan pembeli bertransaksi.

Rindu Kongkow-Kongkow

Kongkow-kongkow adalah istilah lain dari nongkrong. Bagi mahasiswa Malang mungkin sering melakukannya. Nongkrong tidak selalu berkonotasi negatif rek, dari nongkrong yang mempunyai bahasan dan tujuan, lahirlah ide dan gagasan yang bermanfaat. Bahkan, Polisi di Kota Malang menggunakan istilah cangkrukkan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dalam mensosialisasikan perihal kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Kawasan Café Elite

Mahasiswa Malang pasti sering ke café untuk berkumpul bersama rekan sejawat. Dan kalian pasti tahu sekali nama-nama jalan yang dipenuhi deretan café atau warung kopi atau tempat nongkrong versi modern. Sebut saja Jalan Sigura-Gura, Jalan Joyo Agung, Jalan Raya Sengkaling, Jalan Soekarno Hatta(Suhat), Jalan Raya Dermo, Jalan Jetak, dan sebagainya. Sebenarnya, untuk mencari café cukup memiliki prinsip, yakni “ada kampus disitulah ada café”.

Macetnya Malang

Lebih tepatnya ramai lancar rek, meskipun pada jam-jam tertentu kadang juga mengalamai kemacetan. Hal ini tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh penduduk Kota Malang yang cukup padat. Baik yang pendatang maupun penetap. Kemudian banyak pekerja dari luar daerah sekitar Malang dan juga para perantau dari berbagai daerah di Indonesia. Selanjutnya adalah pendatang Mahasiswa. Sedikitnya ada tiga kawasan Universitas di Kota Malang yang paling banyak menyumbang volume kendaraan. Semua berbagi tempat di Kota Malang.

Universitas Brawijaya tahun ajar 2019 kemarin menerima 13. 214 mahasiswa baru, itu baru satu angkatan. Kemudian Universitas Negeri Malang mencatat mahasiswa aktif hingga tahun 2020 untuk 4 angkatan sebanyak 28.644 orang. Pada Websitenya, Universitas Muhammadiyah Malang memiliki setidaknya 34.000 mahasiswa di berbagai jenjang program. Itu baru 3, masih ada 80 lebih universitas yang belum dimasukkan.

Lalapan Malang

Wisata kuliner sambil menikmati dinginnya angin malam adalah suatu yang dirindukan di Kota Malang. Lalapan namanya, apa saja ada. Lalapan ikan, seafood, dan ayam ada di Malang. Udara yang dingin membuat makanan di Malang lebih nikmat. Untuk anak kos, jika malam-malam lapar tinggal keluar gang rumah, pasti ada yang jualan lalapan. Tak ayal di setiap jalanan Kota Malang apalagi di kawasan kostan mahasiswa selalu ada penjual lalapan.

Entah Apa Alasannya, Malang Tambah Sayang

Ada masanya, ketika seorang rindu kepada Malang. Untuk mahasiswa yang berkuliah di Malang, ada saatnya menjadi Alumni dan mengalami gagal move on dari Kota Malang. Begitu juga dengan perantau yang pernah berkerja atau tinggal di Malang. Banyak cerita yang terukir diatas kertas buku yang berjudul “Kota Malang” itu. Cerita pribadi maupun cerita kita yang tengah berinteraksi dengan ciri khas Kota Malang yang telah diungkap di atas tersebut. Semoga lekas kambali ke Malang.

About Imam Fahrudin

Salam Sejahtera Untuk Kita Semua. Saya Imam Fahrudin akan menemani waktu anda dengan bahan bacaan yang segar dan cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*