Home > Info Malang > Kuper PAI UMM 2021! Memahami Multiple Intelligence Berarti Memahami Peserta Didik

Kuper PAI UMM 2021! Memahami Multiple Intelligence Berarti Memahami Peserta Didik

Kuper Pendidikan Agama Islam

MALANG CITIZEN – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Kuliah Perdana dengan mengangkat tema, “Pendidikan Agama Islam dalam Kerangka Multiple Intellegence”.

Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Turut hadir Kepala Program Studi PAI UMM, Dr. Umiarso M.Pd.I.

Kuliah Perdana ini diselenggarakan pada tanggal 2 Oktober 2021 untuk menyambut tahun ajaran baru semester ganjil tahun 2021. Di acara ini Munif Chatib M. Pd. didatangkan sebagai narasumber.

Narasumber merupakan merupakan seorang Dosen dari UNUSA Surabaya sekaligus CEO Next Edu dan Konsultan Pendidkan Indonesia. Munif Chatib juga seroang yang menggeluti dan mengembangkan Multiple Intelligence Research (MIR) di Indonesia.

Multiple Intelligence sendiri merupakan salah satu teori kecerdasan dari Gardner, seorang psikolog perkembangan dan professor pendidikan dari Harvard University.

Terdapat 8 Kecerdasan yang sangat kompleks dimiliki oleh setiap manusia, diantaranya kecerdasan linguistik, kecerdasan matematika logis, kecerdasan visual, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestesis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.

Karenanya saat ini kurikulum pendidikan nasional juga memperhatikan perkembangan siswa dari tiga aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dan hal ini pula yang menyebabkan saat ini kecerdasan tidak bisa dilihat dari angka hasil tes tertulis.

“Paradigma baru teori kecerdasan yang dituangkan dalam teori multiple intelligences menyebutkan bahwa kecerdasan tidak bisa dilihat dari angka hasil tes melainkan dari habbit. Setiap murid itu tidak ada yang bodoh, karena kecerdasan itu multiple atau tidak hanya satu. Kecerdasan juga bersifat dinamis, tidak konstan atau butuh dilatih dan pembiasaan.” Lanjut Munif.

Selain itu Munif juga menyebut bahwa untuk mengimplementasikan pengetahuan multiple intelligence, maka ketika menjadi guru harus kreatif dalam mengajar dan memahami gaya belajar siswa. Guru harus menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar siswa.

“Jika gaya mengajar guru sudah sesuai dengan gaya belajar siswa, maka pelajaran akan lebih mudah dicerna dan berjalan dengan tidak membosankan, banyak sekali kok metode pembelajaran yang bisa digunakan oleh para guru PAI,” ungkap Munif.

Munif menyebut bahwa mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMM harus mampu memberikan stimulus yang baik kepada siswa agar kecerdasannya bisa berkembang dengan baik. Guru PAI juga harus memiliki kemampuan discovering ability, artinya guru harus fokus pada kelebihan siswa, bukan pada kekurangan siswa yang justru menjadi penghambat pembelajaran.

“Seorang pendidik harus fokus kepada kelebihan siswa untuk dikembangkan, namun bukan berarti membiarkan ketidakbisaan atau kelemahan siswa. Fokus kepada kelebihan adalah strategi agar siswa menjadi lebih percaya diri terlebih dahulu, sehingga siswa akan lebih mudah dimotivasi untuk memperbaiki kekurangannya,” pungkas Munif.

About Imam Fahrudin

Salam Sejahtera Untuk Kita Semua. Saya Imam Fahrudin akan menemani waktu anda dengan bahan bacaan yang segar dan cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mahasiswa UMM Pererat Persaudaran Warga Desa Selorejo Malang Dengan Progam Gazebo Mboiz

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam progam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kembali menghidupkan ...

Prof. Dr. M.Si Tobroni: Melantik Fungsionaris Lembaga Intra FAI UMM

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) Tobroni menyampaikan sejumlah pesan kepada Fungsionaris ...