Home > Info Malang > Ada Apa dengan Malang?

Ada Apa dengan Malang?

macetTuguMalang

 

Sudah pukul enam pagi, tapi suhu udara seperti jam sepuluh pagi. Tak ada lagi hawa sejuk yang bersahabat di Kota Malang. Saat hujan mengguyur bumi arema, terasa dingin, namun hanya sekejap.

Hujan yang mengguyur kota Malang menyisakan banjir di beberapa tempat. Banyak mobil terjebak derasnya arus. Katanya sih, karena daerah resapan air sudah disulap jadi gedung empat lantai. ditambah lagi dengan menjamurnya ruko, yang pada saat dibangun terpaksa memotong pepohonan. Tak ada lagi Malang ijo royo-royo, tapi Malang ijo ruko-ruko.

Maraknya ruko membuat jumlah tukang parkir bertambah. Ada gula ada semut. Memang tak ada salahnya mencari rejeki sebagai juru parkir. Tapi ada beberapa oknum yang memperjelek citra tukang semprit di Kota Malang. Parkir mobil harus bayar lima belas ribu rupiah, padahal tarif normalnya hanya lima ribu rupiah.

Kadang tukang parkir juga kesulitan mengarahkan kendaraan bermotor yang akan masuk ke parkiran Mall. Apalagi kalau jalanan macet. Waduh! Ini Malang apa Jakarta? Di sini macet, di sana macet. Apa gara-gara si komo lewat?

Gak heran kalau macet, karena penduduknya juga terus bertambah. Setiap pergantian tahun, ribuan mahasiswa baru menyerbu Kota Malang untuk menuntut ilmu. Mereka dibekali sepeda motor bahkan mobil, oleh orangtuanya. Jalanan jadi penuh kendaraan bermotor.

Mahasiswa ini kadang ada yang ngisruh (mengacau). Mungkin lebih tepat disebut oknum mahasiswa ya. Bagaimana tidak, mereka nongkrong di warung dalam perumahan sampai lewat tengah malam. Berisik dan gonjrang gonjreng main gitar sambil berteriak-teriak. Polusi udara, mengganggu tetangga.

Jika diingatkan, mereka beralasan, terbiasa bicara dengan intonasi tinggi, layaknya orang membaca orasi. Karena di kampung sudah terbiasa seperti itu. Padahal lain ladang lain belalang, di mana bumi berpijak, di sana langit dijunjung. Harus adaptasi dengan lingkungan dan menghormati sekitar.

Pernah suatu saat, konflik ini menimbulkan kerusuhan. Oh tidak! Akhirnya mereka dipulangkan paksa ke daerahnya. Padahal kalau kuliah baik-baik dan lulus sarjana, bisa cepat jadi pegawai di daerahnya. Sayang sekali !.

Ada apa dengan Malang? Kota yang telah kutinggali selama hampir 30 tahun. Saat Malang bertambah maju, berita di koran juga bertambah seru. Apa harus banyak yang dikorbankan demi sebutan kota metropolitan?

Tapi di balik itu, ada lebih banyak kemajuan yang terjadi beberapa tahun ini.  Banyak tempat wisata gratis yang bisa digunakan untuk piknik sekeluarga. Misalnya Taman Slamet, Taman Mojolangu, dan Taman Trunojoyo. Banyak juga yang memanfaatkan taman-taman cantik ini untuk arena foto.

Alun-alun juga tak kalah cantiknya. Sudah bersih dan tertib sekali. Ada banyak mainan seperti perosotan dan ayunan yang GRATIS, asyik!

Setelah puas bermain, kita bisa meluncur ke kawasan Soekarno Hatta, Sawojajar, atau jl Ciliwung. Di sana adalah surganya wisata kuliner. Mulai dari bebek, ayam, sampai steak, semua ada. Sampai bingung milihnya :D.

Banyaknya pengusaha kuliner membuktikan bahwa Malang adalah kota yang dinamis dan maju perekonomiannya. Dengan menjamurnya jumlah restoran, pasti diiringi dengan jumlah karyawan yang tinggi. Angka pengangguran jadi menurun.

Inilah kotaku, Malang tercinta. Baik buruknya, akan selalu ada di hati. Semoga Pak walikota dan para staff bisa mengatasi semua permasalahan yang ada di Malang.

Sumber foto: www.malangnews.com

About avizena Zen

Avizena Zen

One comment

  1. Iya nih, Malang dah parah banget macetnya. Jadi malas keluar naik angkot karena macet dan menjadikan udara panasss… hufftt… Kalau gak pakai sepeda, malas ngangkot. Tapi kalau bawa sepeda, semakin macet dong jalanan. Pilih yang mana hayoo??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jangan Jadi Orang Tua Gaptek, Yuk, Pakai Kakatu

Apakah Anda memiliki anak? Lalu apakah mereka mengenal gawai (gadged)? Jika jawabannya iya, sulitkah mengajaknya ...

Mudahnya Mencari SIM Baru @ Polres Malang di Zaman Now

12 Oktober 2017 Kemarin sore saya daftar SIM Online via Korlantas.go.id dan salah Pencet di Polresta Malang, padahal ...